Categories
Blog

Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Tuntunan Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam

Hadits Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata :*

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كًلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

*“Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam apabila beliau selesai dari sholat dan telah salam beliau membaca : La ilaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli sya’in qodir. Allahumma la mani’a lima a’thoita wala mu’thia lima mana’ta wala yanfa’u dzal jaddi minkal jadd*

*(Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, satu-satu-Nya tidak ada serikat bagi-Nya. Milik-Nyalah segala kekuasaan dan pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha mampu. Ya Allah, tidak ada penahan bagi apa yang Engkau beri dan tidak ada pemberi bagi apa yang Engkau tahan dan tidaklah bermanfaat pemilik Al-Jadd (kekayaan/kemampuan) dari-Mulah Al-Jadd”. (HSR. Bukhary-Muslim).*

Keterangan: HR. Al-Bukhari no.844 dan Muslim no.593, Abu Dawud no.1505, Ahmad IV/245, 247, 250, 254, 255, Ibnu Khuzaimah no.742, ad-Darimi I/311, dan An-Nasa-i III/70,71, dari Al-Mughirah bin Syu’bah.

*Hadits Keempat :* Hadits ‘Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhuma, beliau membaca di belakang setiap sholat ketika selesai salam :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ, لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحُسْنَى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. وَقَالَ : كَانََ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ

*“La ilaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli sya’in qodir. La haula wa la quwwata illa billah. La Ilaha illallah wa la na’budu illa iyyahu, lahun ni’matu walahul fadhl walahuts tsana`ul husna. La ilaha illahu mukhlishina lahuddina walau karihal kafirun*

*(Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, satu-satu-Nya tidak ada serikat bagi-Nya. Kepunyaan-Nyalah segala kekuasaan dan pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha mampu. Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya. Milik-Nyalah segala nikmat, keutamaan dan pujian yang baik. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya dan walaupun orang-orang kafir tidak senang).*

*Berkata (‘Abdullah bin Zubair) : “Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bertahlil dengannya di belakang setiap sholat”.*(HSR. Muslim).

Keterangan: HR. Muslim no.594, Ahmad IV/ 4, 5, Abu Dawud no. 1506, 1507, an- Nasa-i III/70, Ibnu Khuzaimah no.740, 741, Dari ’Abdullah bin az-Zubair Rahimahullah.

Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.(10x)*

*”Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x setiap selesai shalat maghrib dan shubuh).*

Keterangan: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: *“Barangsiapa setelah shalat Maghrib dan Shubuh membaca ‘Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir,’ sebanyak 10x Allah akan tulis setiap satu kali 10 kebaikan, dihapus 10 kejelekan, diangkat 10 derajat, Allah lindungi dari setiap kejelekan, dan Allah lindungi dari godaan syetan yang terkutuk.”* (HR. Ahmad IV/227, at-Tirmidzi no.3474). At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan gharih shahih.”

*Hadits kelima :* Hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam berkata kepadanya :

أُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكِ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Saya wasiatkan kepadamu wahai Mu’adz, janganlah kamu meninggalkan dibelakang setiap sholat perkataan

  1. *”Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni‘ibadatika”*

*(ya Allah bantulah saya dalam berdzikir, bersyukur dan memperbagus ibadah kepada-Mu”.*(Diriwayatkan oleh Abdu bin Humaid no. 120, Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 690, Abu Daud no. 1522, An-Nasa`i 3/53 dan dalam Al-Kubra 1/387, 6/42, Ibnu Khuzaimah no 751, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no. 2020-2021, Al-Hakim 1/407, 3/307, Al-Baihaqy dalam Ash-Shughra 1/27 dan dalam Syu’abil Iman 4/99, Al-Bazzar no. 2661, Ath-Thobarany 20/no. 110, 218, 250 dan dalam Musnad Asy-Syamiyyin no. 1650 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 1/241 dan dishohihkan oleh Syeikhuna Muqbil dalam Al-Jami’ Ash-sho

Keterangan: HR. Abu Dawud no.1522, an-Nasa-i III/53, Ahmad V/245 dan al-Hakim (I/273 dan III/273) dan dishahihkannya, juga disepakati oleh adz-Dzahabi, yang mana kedudukan hadits itu seperti yang dikatakan oleh keduanya, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah memberikan wasiat kepada Mu’adz agar dia mengucapkannya di setiap akhir shalat.

Membaca Tasbih,Tahmid & Takbir*

Akan dijelaskan pada artikel selanjutnya

Ada 6 versi bacaan untuk dzikir tersebut bada shalat:

1- *SUBHANALLAH sepuluh kali, ALHAMDULILLAH sepuluh kali, ALLAHU AKBAR sepuluh kali.*

2- *SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALLAHU AKBAR sebanyak tiga puluh tiga kali lalu digenapkan dengan LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QODIIR.*

3- *SUBHANALLAH 33 kali, ALHAMDULILLAH 33 kali, ALLAHU AKBAR 34 kali.*

4- *SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR sebanyak 25 kali, totalnya berjumlah seratus karena ada empat kalimat di dalamnya.*

5. *SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALLAHU AKBAR Sekaligus sebanyak 33 kali*

6. *SUBHANALLAH 11 kali, ALHAMDULILLAH 11 kali, ALLAHU AKBAR 11 kali.*

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ الله في دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ ، وحَمِدَ اللهَ ثَلاثاً وَثَلاَثِينَ ، وَكَبَّرَ الله ثَلاثاً وَثَلاَثِينَ ، وقال تَمَامَ المِئَةِ : لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحدَهُ لا شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

*_“Barangsiapa yang di akhir setiap shalat bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan bertakbir tiga puluh tiga kali, dan mengucapkan penyempurna seratus, ‘LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QODIIR (artinya: Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa; tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.), maka diampuni dosa-dosanya walaupun banyaknya seperti buih di lautan.”_*(HR. Muslim, no. 597)

*Cara baca di atas dipisah antara bacaan Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar. Namun bisa juga bacaan tersebut disambung seperti jawaban sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ketika ditanya mengenai cara mengucapnya, lantas beliau menjawab,*

سُبْحَان اللهِ ، وَالحَمْدُ للهِ واللهُ أكْبَرُ

*_SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALLAHU AKBAR, sampai semuanya berjumlah tiga puluh tiga kali._* (HR. Bukhari, no. 843 dan Muslim, no. 595). Hal ini sama seperti yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam ringkasan di atas.

*Hadits keenam* Hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

أَمَرَنِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ

*“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam memerintahkanku untuk membaca Al-Muawwidzat (yaitu surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas-pent.) dibelakang setiap sholat.*

(HR. An-Nasa`i 3/68 dan dalam Al-Kubra 1/387, Ibnu Khuzaimah no. 755, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no. 2004, Al-Hakim 1/383, Al-Baihaqy dalam Syu’abil Iman 2/512-513 dan Ath-Thobarany 17/no. 811-812 dan dishohihkan oleh Syeikh Al-Albany dalam Ta’liq Misykatul Mashobih no. 959)

*Sesuai shalat dianjurkan membaca surat Al Ikhlash,Al Falaq dan An Naas masing-masing sekali, dan dibaca masing-masing 3x khusus sholat maghrib dan Subuh*

7. Kemudian membaca (Surat al-Ikhlash) :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ>>للَّهُ الصَّمَدُ>> لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ>> وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَد

*Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.*

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

8. Kemudian membaca (Surat al-Falaq) :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ>> مِن شَرِّ مَا خَلَقَ>> وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ>> وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ>> وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

*Qul a’uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al’uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa hasada.*

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai waktu subuh, dari kejahatan apa-apa (mahluk) yang diciptakan-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia dengki”

9. Kemudian membaca (Surat an-Naas) :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ>> مَلِكِ النَّاسِ>> إِلَهِ النَّاسِ>> مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ>> الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ>> مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ>>

*Qul a’uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.*

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

Keterangan: HR Abu Dawud no.1523, an-Nasa-i III/68, Ibnu Khuzaimah no.755 dan Hakim I/253. Lihat pula Shahiih at-Tirmidzi III/8 no.2324. Ketiga surat tersebut dinamakan al-Mu’awwidzaat.

*Hadits ketujuh* : Hadits Abu ‘Umamah Al-Bahily, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَحُلْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ الْمَوْتُ

*“Siapa yang membaca ayat kursi (Al-Baqarah ayat 255-pent) dibelakang setiap sholat wajib, maka tidak ada yang memisahkannya dengan masuk surga kecuali mati”.* (Dishohihkan oleh syaikh Al-Albany rahimahullah dalam Ash-Shohihah no. 972).

Lihat : Al-Adzkar 1/200-212 tahqiq Salim Al-Hilaly, Ash-shohih Al-Musnad min Adzkaril Yaum Wal-Lailah hal.78-86, Bahjatun Nazhirin 2/498-503, Al-Futuhat Ar-Rabbaniyyah 3/27-63, Majmu‘ Al-Fatawa 22/492-493, 508-510 dan Zadul Ma’ad 1/295-305,3/27-63.

10. Selanjutnya, membaca Ayat Kursi:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

*Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.*

*”Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”*

(Al-Baqarah: 255)

Keterangan: *“Barangsiapa yang membacanya setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk Surga selain kematian.”* HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah’ no.100 dan Ibnus Sunni no.124 dari Abu Umamah rahimahullah, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani.

11. *Khusus setelah selesai shalat Shubuh,* disunnahkan membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

*Allahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon toyyiban, wa’amalan mutaqobbalan.*

*”Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima.”*

Demikian bacaan dzikir yang shahih setelah shalat fardhu sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Mudah-mudahan dapat memberi kebaikan dan manfaat bagi kita semua. Amiin

Mengucapkan Tasbih, Tahmid, Takbir Setelah Shalat Wajib

*Sebarkan dan Sampaikan…*
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_

By BIOBAYOS.COM

Human BIO Brain Technology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s